EEG (Electroencephalogram)EEG (Electroencephalogram), sekilas mirip kata dalam bahasa Inggris “egg” yang berarti telur. Tapi EEG ini sama sekali tidak berkaitan dengan telur atau perihal reproduksi. EEG yang merupakan akronim dari Electroencephalogram adalah teknologi pemindai aktifitas otak. Otak manusia layaknya jantung tidak pernah berhenti bekerja, misalnya untuk mengedipkan mata, membuka mata dan memejamkan mata, otak kitalah yang bekerja untuk memerintahkan anggota badan kita. Aktifitas otak ini bisa direkam dengan teknologi EEG (Electroencephalogram) ini.

Bentuk dan prinsip kerja EEG (Electroencephalogram)

Bagaimana bentuk dan prinsip kerja EEG (Electroencephalogram)?

Dalam bekerja, otak kita akan mengirimkan spektrum/sinyal-sinyal ke organ yang kita hendaki untuk bergerak. Melalui sistem saraf sinyal-sinyal ini dilanjutkan hingga organ dapat menerjemahkan menjadi respon gerak. Sinyal-sinyal ini berwujud gelombang elektrik yang ukurannya sangat mikro. Sinyal inilah yang berusaha ditangkap dan direkam dengan bantuan komputer sehingga aktifitas otak dapat teridentifikasi. Proses pemindaian sinyal otak ini tidak seperti pada MRI atau Rontgen yang menggunakan teknologi cahaya. Pada EEG (Electroencephalogram) pemindaian dilakukan dengan menyalurkan gelombang elektrik otak kedalam kabel dan modulator yang peka terhadap gelombang elektrik. Nah, ketika otak bekerja maka sistem pemindai EEG (Electroencephalogram) akan dapat merekam aktifitas eletrik otak yang outputnya berbentuk gelombang grafik.

Hasil dari pemindaian EEG (Electroencephalogram) ini tidak dapat dibaca oleh orang awam layaknya tensi darah karena bentuknya hanya kurva dari waktu mulai perekaman hingga akhir perekaman. Hanya ahli yang dapat membaca dan menafsirkan kondisi kinerja otak kita. Hasil perekaman gelombang otak kita ini seringkali diperlukan dalam menangani masalah keluhan saraf sentral. Dokter ahli saraf atau bedah saraf sangat memerlukan hasil uji ini untuk menentukan penanganan yang tepat pada seorang pasien. Proses rekam gelombang otak ini mungkin berbeda antara satu pasien dengan yang lainnya dikarenakan kebutuhan yang berbeda dari dokter yang merujuk. Pada proses rekaman pasien akan diminta untuk relaks dan pada waktu tertentu diberikan rangsangan mata, jari, sistem pernafasan, dll.

Masalah kesehatan yang dapat ditangani melalui teknologi ini adalah yang berkaitan dengan kerja otak yang umum adalah gangguan saraf pusat, vertigo, pusing hebat, trauma kepala akibat kecelakaan, down syndrome, dll. Untuk akses teknologi ini tidaklah terlalu susah, di setiap rumah sakit di kota besar di Indonesia sudah memiliki alat dan tenaga medis untuk penggunaan EEG (Electroencephalogram) ini. Dengan ketersediaan teknologi ini pelayanan kesehatan di Indonesia akan lebih maju.

Pengertian EEG (Electroencephalogram) Responses