Ukuran Otak Leluhur Manusia Lebih Besar Karena Hobi Makan Daging



Ukuran Otak Leluhur Manusia Lebih Besar Karena Hobi Makan DagingPola makan merupakan salah satu elemen penting dalam mengelola kesehatan. Para pakar pun menyatakan bahwa pola makan yang sehat mengandung berbagai bahan makanan dengan nutrisi yang beragam.

Hal ini diamini sejumlah peneliti dari Afrika Selatan yang menemukan bahwa pemahaman semacam itu tak hanya terjadi di dunia modern tetapi juga di masa dimana manusia purba masih hidup.

Tim peneliti ini mengaku menemukan bahwa pola makan yang bervariasi, terutama konsumsi daging diduga telah mengakibatkan perkembangan kapasitas otak pada leluhur manusia itu.

Studi ini berupaya menjelaskan tentang pola makan 3 generasi nenek moyang manusia yang berbeda yaitu Australopithecus, Paranthropus dan Homo. Dengan melakukan analisis terhadap sejumlah fosil gigi yang ditemukan di Sterkfontein, Swartkrans dan Kromdraai yang terletak di kawasan Cradle of Humankind, Afrika Selatan.

Hasilnya, peneliti dari University of Witwatersrand ini menemukan bahwa Australopithecus memiliki pola makan yang lebih bervariasi dibandingkan Paranthopus ataupun Homo.

Australopithecus tergolong sebagai omnivora atau pemakan segala karena selain makan daging, mereka juga mengonsumsi daun-daunan dan buah-buahan dari tanaman berkayu. Namun pola makan manusia purba ini bervariasi menurut musim.

Salah satu peneliti, Prof Francis Thackeray yang juga direktur Institute for Human Evolution, University of Witwatersrand ini pun menunjukkan Paranthopus memiliki pola makan yang berbasis pada tanaman padahal di saat yang sama manusia purba lainnya yaitu Homo lebih banyak makan daging.

Konsumsi daging yang lebih besar pada pola makan manusia purba Homo bisa jadi telah berkontribusi terhadap peningkatan ukuran otaknya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Sumber

Previous post:

Next post: